Laman

Jumat, 23 November 2012

#2 Laporan KKL TTR Kondang Merak

LAPORAN KKL
DI PANTAI KONDANG MERAK

Laporan  ini dususun untuk memenuhi  tugas mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah

Dosen Pembimbing :
Drs. Sulisetjono, M.Si
 Ainun Nikmati Laili M.Si

Oleh :
Nama        : Rizkia Rodhia Rohima
NIM            : 11620063







JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Alga dalam istilah Indonesia sering disebut sebagai ganggang, yang merupakan tumbuhan talus karena belum memiliki akar, batang dan daun sejati. Algae (ganggang) dapat dibedakan menjadi tujuh kelompok yaitu : cyanophyta, cholorophyta, euglenophyta, pyrrophyta, crysophyta, phaeophyta, rhodophyta. Berdasarkan pigmen dominannya ketujuh kelompok tersebut meliputi: Chrysophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta.
Tumbuhan ganggang merupakan tumbuhan talus yang hidup di air, baik air tawar maupun air laut, setidaknya selalu menempati habitat yang lembab atau basah. Jenis yang hidup bebas di air terutama yang bersel satu dan dapat bergerak aktif merupakan penyusun plankton, tepatnya fitoplankton. Yang melekat pada sesuatu yang ada di dalam air disebut bentos. Jenis yang bergerak aktif memepunyai alat untuk bergerak berupa bulu cambuk atau flagel.
Selain itu pada ganggang spora dan gaetnya pun lazimnya dapat bergerak aktif dengan perantaraan flagelanya pula. Spora dan gamet suatu jenis ganggang seringkali sam bentuk dan ukurannnya. Ganggang mempunyai manfaat, terutama dalm industri-industri makanan. Selain itu juga ganggang mempunyai peranan sebagai penyusun plankton di laut.

1.2  Tujuan
a.      Untuk menambah wawasan mahasiswa akan pentingnya pengetahuan mengenai ganggang atau alga
b.      Untuk mengetahui keanekaragaman alga yang berhabitat di zona pasang surut pantai selatan; Kondang Merak


1.3  Manfaat
a.      Sebagai pelengkap dalam  memenuhi perkuliahan, terutama mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah (TTR)
b.      Menambah wawasan  mahasiswa terutama mahasiswa biologi mengenai kehidupan ganggang
c.      Mengetahui keanekaragaman alga yang berhabitat di pantai selatan ; Kondang Merak



BAB II
METODOLOGI
2.1  Waktu dan Tempat
Pengamatan Algae ini dilakukan pada tanggal 14 November 2012 pukul 15:30 – 17:00 WIB ketika air pasang dan tanggal 15 November 2012 pukul 05:30 – 06:30 WIB ketika air surut. Pengamatan ini dilakukan di Pantai Kondang Merak,  Malang Jawa Timur Indonesia.

2.2  Alat dan Bahan
2.2.1             Alat
Alat-alat yang digunakan dalam pengamatan kali ini adalah :
a.       Kantong plastik                                          3 buah
b.      Kamera                                                      1 buah
c.       Ice box                                                      1 buah
d.      Alat tulis                                                   secukupnya
e.       Toples                                                        3 buah
2.2.2        Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam pengamatan kali ini adalah :
a.       Griffitchia pasifica                                   1 spesies
b.      Laurencia complanata                              1 spesies
c.       Rhodymenia palmate                               1 spesies
d.      Larutan herbarium                                     secukupnya
e.       Es                                                           secukupnya
f.       Kertas label                                               secukupnya

2.3  Cara Kerja
Langkah-langkah yang dilakukan saat pengamatan adalah :

  1. Dicari tempat pengamatan kurang lebih antara 10 x 10 m
  2. Ditunggu air keadaan pasang pada sore hari dan
  3. Diamati alga-alga yang ada di area 10 x 10 m tersebut
  4. Diambil alga-alga yang ada
  5. Dimasukkan ke dalam kantong plastic terlebih dahulu setelah itu dimasukkan ke Ice box yang berisi es
  6. Dibawa ke fakultas ke dalam Lab untuk pengidentifikasian
  7. Diidentifikasi dengan memilah spesies-spesies yang ada
  8. Diberi nama dengan kertas label pada spesies-spesies yang sudah teridentifikasi
  9. Dimasukkan alga ke dalam larutan herbarium dalam toples




BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1  Gambar Data Hasil Pengamatan
No.
Gambar Pengamatan
Gambar Literature
1








2.








3.










(Bian, 2002)












(Bian, 2002)


3.2  Pembahasan
3.2.1 Klasifikasi
            3.2.1.1            Klasifikasi Griffithsia pasifica
Domain : Eukaryota
Kingdom : Plantae
           Subkingdom : Biliphyta
                   Filum : Rhodophyta
                        Subfilum : Eurhodophyta
                            Kelas : Florideophyceae
                                    Subkelas : Rhodymeniophycidae
                                           Ordo : Cereamiales
                                                Family : Wrangeliaceae
                                                      Subfamily : Griffithsieae
                                                            Genus : Griffithsa
                                                                  Spesies : Griffithsa pasifica          

3.2.1.2    Klasifikasi Laurencia complanata
Domain : Eukaryota
Kingdom : Plantae
          Subkingdom : Biliphyta
                   Filum : Rhodophyta
                        Subfilum : Macrorhodophytina
                            Kelas : Florideophyceae
                                    Subkelas : Rhodymeniophycidae
                                           Ordo : Cereamiales
                                                Family : Rhodomelaceae
                                                     Genus : Laurencia  
                                                           Spesies : Laurencia complanata                           


      3.2.2.3    Klasifikasi Rhodymenia palmate
Domain : Eukaryota
Kingdom : Plantae
           Subkingdom : Biliphyta
                   Filum : Rhodophyta
                            Kelas : Rhodophyceae
                                    Ordo : Rhodymeniales
                                           Family : Rhodomeniaceae
                                                 Genus : Rhodymenia    
                                                       Spesies : Rhodymenia palmate                            

3.3  Pembahasan
Rhodophyta (ganggang merah)
Umumnya hidup di laut dan beberapa jenis di air tawar, mengandung pigmen klorofi a, klorofil d, karoten, fikoeritrin, fikosianin.Tubuh bersel banyak menyerupai benang atau lembaran.Reproduksi vegetatif dengan spora ( Aziz, 2008)
a.       Habitat ganggang merah
Sebagian besar ganggang merah hidup di laut, banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Selain itu ada pula yang hidup di air payau. Ganggang merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah Gelidium dan Gracilaria, sedang Euchema spinosum ditemukan di laut dangkal (Graham, 2000)
b.      Perkembangbiakan ganggang merah
Menurut Campbell (2002) ganggang merah berkembangbiak secara vegetatif dan generatif.
·         Perkembangbiakan vegetatif
Ganggang merah berlangsung dengan pembentukan spora haploid yang dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid.
·         Perkembangbiakan generatif
Ganggang merah dengan oogami, pembuahan sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang menghasilkan spermatium yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina disebut karpogonium, yang menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh spermatium adalah zigot yang diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh menjadi ganggang baru yang menghasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh menjadi ganggang penghasil gamet. Jadi pada ganggang merah terjadi pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit.
c.       Peranan ganggang merah
Ganggang merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnya Chondrus crispus (lumut Irlandia) dan beberapa genus Porphyra. Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci rambut. Ganggang merah lain seperti Gracilaria lichenoides, Euchema spinosum, Gelidium dan Agardhiella menghasilkan bahan bergelatin yang dikenal sebagai agar-agar. Gelatin ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium bakteri, untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil dan sebagai obat pencahar (laksatif), atau makanan lainnya. Euchema spinosum banyak dibudidayakan masyarakat karena merupakan bahan pembuat agar-agar ( pitriana, 2008 )

3.4  Identifikasi Algae yang didapat
3.4.1        Griffithsia pasifica
          Spesies ini termasuk alga merah (Rhodophyta) dari ordo ceremiales, dengan bentuk thallus bersegmen-segmen,yang  berkumpul berwarna merah, akan tetapi setelah dimasukkan ke dalam larutan herbarium warnanya berubah menjadi hijau. Spesies ini thallusnya bersegmen dengan bagian atas lebih besar dari bagian bawahnya dan terlihat segmen yang jelas antara segmen satu dengan segmen yang lain
          Dilihat dari ordonya Cereamiales adalah ordo terbesar yang tampaknya monophyetic, menurut sebuah analisis urutan rbcL (Freshwater, et al, 1994) semua anggota uniaksial ( shehan, et al, 1998) kelompok ini juga ditandai oleh reproduksi autapomorphy-pembantu pembentukan sel-sel setelah pembuahan, daripada sebelumnya-seperti yang terjadi di Florideophyceae lain. Sel auxiliary terbentuk dari sel pendukung ( a periaxial sel) dari carpogonial bersel empat cabang. Jenis alat reproduksi betina disebut procarp.
3.4.2        Laurencia complanata
            Pengamatan yang dilakukan pada spesies ini menunjukkan bentuk thallus yang silindris berwarna hijau dengan tekstur seperti berdaging dan licin, dengan percabangan dikotom, dan berkumpul melekat di substrat.
Thallus silindris, percabangan dichotomous, membentuk rumpun yang rimbun. Ukuran thallus mencapai panjang 5-7 cm, diameter antara 0,5-1 mm. Wama thallus hijau di bagian pangkal berkombinasi dengan warna merah di bagian ujung.Tumbuh menempel pada batu atau substrat lain di laut, bersifat epifit. Sebarannya tidak begitu meluas dan tidak begitu umum dijumpai (Graham, 2000)
3.4.3        Rhodymenia palmate
Hasil pengamatan dari spesies ini menunjukkan thallus yang bergerigi menyerupai daun berwarna hijau , namun sebelum dimasukkan ke dalam larutan herbarium berwarna merah.
Thallus membentuk lembaran atau mernbran, licin, halus, warna merah pirang. Pada pangkal batang utama tumbuh percabangan dichotomous atau trichotomous. Ujung lembaran urnumnya dichotom dengan pinggiran rata atau sedikit bergerigi. Pada permukaan thallus k. Tumbuh di rataan terumbu, umumnya pada substrat batu di bagian sisi luar rataan terumbu yang biasa terkena ombak langsung. Kebanyakan terdapat di pantai Samudera Indonesia seperti di pantai Selatan Jawa dan Bali Selatan (Pipit, 2008)

BAB IV
PENUTUP

5.1   Kesimpulan
Hal yang dapat disimpulkan dari pengamatan kali ini adalah :
1.      Vegetasi keanekaragaman algae di Pantai Selatan ; Kondang Merak  masih terjaga baik.
2.      Ketiga spesies yang kami dapatkan adalah Divisi Rhodophyta
3.      Rhodophyta adalah ganggang yang memiliki klorofi a, klorofil d, karoten, fikoeritrin, fikosianin

5.2   Saran
Dari pengamatan yang dilakukan pada kuliah kerja lapangan kali ini banyak sekali mendapat pengetahuan tentang algae dan banyak algae yang belum familiar dengan mahasiswa juga literature-literatur yang masih kurang mendukun


DAFTAR PUSTAKA

Aziz, Abdul. 2008. Dan Alampun Bertasbih. Jakarta: Balai Pustaka
Campbell, N.A, J.B.Reece & L.G. Mitchell. 2002. Biologi Jilid I. Jakarta: Erlangga
Graham, LE., Wilcox, Lw. 2000. Algae. Prentice-Hall.USA.
Pitriana, Pipit. 2008. Bio Ekspo Menjelajah Dunia Dengan Biologi. Solo: Jatra Graphic.
Sheehan, J., Dunahay, T., Benemann, J., Roessler, P.1998. A look Back at The U.S. Department of Energy’s Aquatic Species Program : Biodiesel from Algae. Colorado.USA.


LAMPIRAN

foto pengamatan :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar