LAPORAN KKL
DI PANTAI KONDANG MERAK
Laporan ini dususun untuk memenuhi tugas mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah
Dosen Pembimbing :
Drs. Sulisetjono, M.Si
Ainun Nikmati Laili M.Si
Oleh :
Nama : Rizkia Rodhia Rohima
NIM : 11620063
Nama : Rizkia Rodhia Rohima
NIM : 11620063
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2012
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Alga dalam istilah Indonesia
sering disebut sebagai ganggang, yang merupakan tumbuhan talus
karena belum memiliki akar, batang dan daun sejati. Algae (ganggang) dapat
dibedakan menjadi tujuh kelompok yaitu : cyanophyta, cholorophyta,
euglenophyta, pyrrophyta, crysophyta, phaeophyta, rhodophyta. Berdasarkan pigmen
dominannya ketujuh kelompok tersebut meliputi: Chrysophyta, Phaeophyta, dan
Rhodophyta.
Tumbuhan ganggang merupakan
tumbuhan talus yang hidup di air, baik air tawar maupun air laut, setidaknya
selalu menempati habitat yang lembab atau basah. Jenis yang hidup bebas di air
terutama yang bersel satu dan dapat bergerak aktif merupakan penyusun plankton,
tepatnya fitoplankton. Yang melekat pada sesuatu yang ada di dalam air disebut
bentos. Jenis yang bergerak aktif memepunyai alat untuk bergerak berupa bulu
cambuk atau flagel.
Selain itu pada ganggang
spora dan gaetnya pun lazimnya dapat bergerak aktif dengan perantaraan
flagelanya pula. Spora dan gamet suatu jenis ganggang seringkali sam bentuk dan
ukurannnya. Ganggang mempunyai manfaat, terutama dalm industri-industri
makanan. Selain itu juga ganggang mempunyai peranan sebagai penyusun plankton
di laut.
1.2 Tujuan
a. Untuk menambah wawasan
mahasiswa akan pentingnya pengetahuan mengenai ganggang atau alga
b. Untuk mengetahui
keanekaragaman alga yang berhabitat di zona pasang surut pantai selatan;
Kondang Merak
1.3 Manfaat
a. Sebagai pelengkap dalam memenuhi perkuliahan, terutama mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah (TTR)
b.
Menambah wawasan mahasiswa terutama mahasiswa
biologi mengenai kehidupan ganggang
c. Mengetahui
keanekaragaman alga yang berhabitat di pantai selatan ; Kondang Merak
BAB II
METODOLOGI
2.1 Waktu dan Tempat
Pengamatan Algae ini dilakukan pada
tanggal 14 November 2012 pukul 15:30 – 17:00 WIB ketika air pasang dan tanggal
15 November 2012 pukul 05:30 – 06:30 WIB ketika air surut. Pengamatan ini
dilakukan di Pantai Kondang Merak, Malang Jawa Timur Indonesia.
2.2 Alat dan Bahan
2.2.1
Alat
Alat-alat
yang digunakan dalam pengamatan kali ini adalah :
a. Kantong plastik 3
buah
b. Kamera 1
buah
c. Ice box 1
buah
d. Alat tulis secukupnya
e. Toples 3
buah
2.2.2
Bahan
Bahan-bahan
yang digunakan dalam pengamatan kali ini adalah :
a. Griffitchia pasifica 1 spesies
b. Laurencia complanata 1 spesies
c. Rhodymenia palmate 1
spesies
d. Larutan herbarium secukupnya
e. Es secukupnya
f. Kertas label secukupnya
2.3 Cara Kerja
Langkah-langkah yang dilakukan saat pengamatan
adalah :
- Dicari tempat pengamatan kurang lebih antara 10 x 10 m
- Ditunggu air keadaan pasang pada sore hari dan
- Diamati alga-alga yang ada di area 10 x 10 m tersebut
- Diambil alga-alga yang ada
- Dimasukkan ke dalam kantong plastic terlebih dahulu setelah itu dimasukkan ke Ice box yang berisi es
- Dibawa ke fakultas ke dalam Lab untuk pengidentifikasian
- Diidentifikasi dengan memilah spesies-spesies yang ada
- Diberi nama dengan kertas label pada spesies-spesies yang sudah teridentifikasi
- Dimasukkan alga ke dalam larutan herbarium dalam toples
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Gambar Data Hasil Pengamatan
No.
|
Gambar Pengamatan
|
Gambar Literature
|
1
2.
3.
|
(Bian, 2002) |
3.2 Pembahasan
3.2.1 Klasifikasi
3.2.1.1
Klasifikasi Griffithsia
pasifica
Domain : Eukaryota
Kingdom : Plantae
Subkingdom
: Biliphyta
Filum
: Rhodophyta
Subfilum
: Eurhodophyta
Kelas
: Florideophyceae
Subkelas
: Rhodymeniophycidae
Ordo : Cereamiales
Family :
Wrangeliaceae
Subfamily
: Griffithsieae
Genus
: Griffithsa
Spesies
: Griffithsa pasifica
3.2.1.2
Klasifikasi
Laurencia complanata
Domain : Eukaryota
Kingdom : Plantae
Subkingdom
: Biliphyta
Filum : Rhodophyta
Subfilum
: Macrorhodophytina
Kelas
: Florideophyceae
Subkelas
: Rhodymeniophycidae
Ordo : Cereamiales
Family :
Rhodomelaceae
Genus : Laurencia
Spesies : Laurencia complanata
3.2.2.3 Klasifikasi Rhodymenia palmate
Domain : Eukaryota
Kingdom : Plantae
Subkingdom
: Biliphyta
Filum : Rhodophyta
Kelas
: Rhodophyceae
Ordo : Rhodymeniales
Family : Rhodomeniaceae
Genus : Rhodymenia
Spesies : Rhodymenia palmate
3.3 Pembahasan
Rhodophyta (ganggang merah)
Umumnya hidup di laut dan beberapa
jenis di air tawar, mengandung pigmen klorofi a, klorofil d, karoten,
fikoeritrin, fikosianin.Tubuh bersel banyak menyerupai benang atau lembaran.Reproduksi
vegetatif dengan spora ( Aziz, 2008)
a.
Habitat ganggang merah
Sebagian besar ganggang merah hidup
di laut, banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar
yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Selain itu ada pula yang
hidup di air payau. Ganggang merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah
Gelidium dan Gracilaria, sedang Euchema spinosum ditemukan di laut dangkal
(Graham, 2000)
b.
Perkembangbiakan ganggang
merah
Menurut Campbell (2002) ganggang
merah berkembangbiak secara vegetatif dan generatif.
·
Perkembangbiakan vegetatif
Ganggang merah berlangsung dengan
pembentukan spora haploid yang dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang
yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina
yang sel-selnya haploid.
·
Perkembangbiakan generatif
Ganggang merah dengan oogami,
pembuahan sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat
perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang menghasilkan spermatium
yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina disebut karpogonium, yang
menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh spermatium adalah zigot yang
diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh menjadi ganggang baru yang
menghasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh
menjadi ganggang penghasil gamet. Jadi pada ganggang merah terjadi pergiliran
keturunan antara sporofit dan gametofit.
c.
Peranan ganggang merah
Ganggang merah dapat menyediakan
makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup di laut. Jenis
ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnya Chondrus crispus (lumut
Irlandia) dan beberapa genus Porphyra. Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa
menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat
krem, dan obat pencuci rambut. Ganggang merah lain seperti Gracilaria
lichenoides, Euchema spinosum, Gelidium dan Agardhiella menghasilkan bahan
bergelatin yang dikenal sebagai agar-agar. Gelatin ini digunakan oleh para peneliti
sebagai medium bakteri, untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil
dan sebagai obat pencahar (laksatif), atau makanan lainnya. Euchema spinosum
banyak dibudidayakan masyarakat karena merupakan bahan pembuat agar-agar (
pitriana, 2008 )
3.4 Identifikasi Algae yang didapat
3.4.1
Griffithsia
pasifica
Spesies
ini termasuk alga merah (Rhodophyta) dari ordo ceremiales, dengan bentuk thallus
bersegmen-segmen,yang berkumpul berwarna
merah, akan tetapi setelah dimasukkan ke dalam larutan herbarium warnanya
berubah menjadi hijau. Spesies ini thallusnya bersegmen dengan bagian atas
lebih besar dari bagian bawahnya dan terlihat segmen yang jelas antara segmen
satu dengan segmen yang lain
Dilihat
dari ordonya Cereamiales adalah ordo terbesar yang tampaknya monophyetic,
menurut sebuah analisis urutan rbcL (Freshwater, et al, 1994) semua anggota
uniaksial ( shehan, et al, 1998) kelompok ini juga ditandai oleh reproduksi
autapomorphy-pembantu pembentukan sel-sel setelah pembuahan, daripada
sebelumnya-seperti yang terjadi di Florideophyceae lain. Sel auxiliary
terbentuk dari sel pendukung ( a periaxial sel) dari carpogonial bersel empat
cabang. Jenis alat reproduksi betina disebut procarp.
3.4.2
Laurencia
complanata
Pengamatan
yang dilakukan pada spesies ini menunjukkan bentuk thallus yang silindris
berwarna hijau dengan tekstur seperti berdaging dan licin, dengan percabangan
dikotom, dan berkumpul melekat di substrat.
Thallus silindris,
percabangan dichotomous, membentuk rumpun yang rimbun. Ukuran thallus mencapai
panjang 5-7 cm, diameter antara 0,5-1 mm. Wama thallus hijau di bagian pangkal
berkombinasi dengan warna merah di bagian ujung.Tumbuh menempel pada batu atau
substrat lain di laut, bersifat epifit. Sebarannya tidak begitu meluas dan
tidak begitu umum dijumpai (Graham, 2000)
3.4.3
Rhodymenia
palmate
Hasil pengamatan dari spesies ini
menunjukkan thallus yang bergerigi menyerupai daun berwarna hijau , namun
sebelum dimasukkan ke dalam larutan herbarium berwarna merah.
Thallus membentuk lembaran atau mernbran, licin, halus,
warna merah pirang. Pada pangkal batang utama tumbuh percabangan dichotomous
atau trichotomous. Ujung lembaran urnumnya dichotom dengan pinggiran rata atau
sedikit bergerigi. Pada permukaan thallus k. Tumbuh di rataan terumbu, umumnya
pada substrat batu di bagian sisi luar rataan terumbu yang biasa terkena ombak
langsung. Kebanyakan terdapat di pantai Samudera Indonesia seperti di pantai
Selatan Jawa dan Bali Selatan (Pipit, 2008)
BAB IV
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Hal yang dapat disimpulkan dari pengamatan
kali ini adalah :
1. Vegetasi
keanekaragaman algae di Pantai Selatan ; Kondang Merak masih terjaga baik.
2. Ketiga
spesies yang kami dapatkan adalah Divisi Rhodophyta
3. Rhodophyta
adalah ganggang yang memiliki klorofi a, klorofil d, karoten,
fikoeritrin, fikosianin
5.2 Saran
Dari pengamatan yang dilakukan pada kuliah kerja
lapangan kali ini banyak sekali mendapat pengetahuan tentang algae dan banyak
algae yang belum familiar dengan mahasiswa juga literature-literatur yang masih
kurang mendukun
DAFTAR PUSTAKA
Aziz, Abdul. 2008. Dan
Alampun Bertasbih. Jakarta: Balai Pustaka
Campbell, N.A, J.B.Reece & L.G. Mitchell. 2002. Biologi Jilid I. Jakarta:
Erlangga
Graham,
LE., Wilcox, Lw. 2000. Algae.
Prentice-Hall.USA.
Pitriana,
Pipit. 2008. Bio Ekspo
Menjelajah Dunia Dengan Biologi. Solo: Jatra Graphic.
Sheehan,
J., Dunahay, T., Benemann, J., Roessler, P.1998. A look Back at The U.S. Department
of Energy’s Aquatic Species Program : Biodiesel from Algae. Colorado.USA.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar