Laman

Selasa, 18 Desember 2012

#7 Introspeksi

Introspeksi
091212*Hujan yang Indah

Lama ku berdiri di titik ini..
Memandang awan yang bergerak tak henti..
Tanpa tujuan yang pasti..
Namun akan selalu berjalan mencari..
Awan itu ibarat aku..
Awali dengan putih, lalu kelabu..
Hingga akhirnya terselesaikan, dengan Hujan yang menyerbu..
INGAD!!
Setelah Hujan yang deras akan muncul Pelangi yang Indah :)

#1 UAS Teologi Islam


Konsep Paham Qadariyah
Oleh : Rizkia Rodhia Rohima (11620063)
Biologi-B’11

¼çms9 ×M»t7Ée)yèãB .`ÏiB Èû÷üt/ Ïm÷ƒytƒ ô`ÏBur ¾ÏmÏÿù=yz ¼çmtRqÝàxÿøts ô`ÏB ̍øBr& «!$# 3 žcÎ) ©!$# Ÿw çŽÉitóム$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçŽÉitóム$tB öNÍkŦàÿRr'Î/ 3 !#sŒÎ)ur yŠ#ur& ª!$# 5Qöqs)Î/ #[äþqß Ÿxsù ¨ŠttB ¼çms9 4 $tBur Oßgs9 `ÏiB ¾ÏmÏRrߊ `ÏB @A#ur ÇÊÊÈ  
11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
[767] Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa Malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa Malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah Malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut Malaikat Hafazhah.
[768] Tuhan tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.
            Ayat di atas adalah salah satu contoh dari ayat yang dijadikan dasar konsep pemikiran aliran qadariah, hal ini bisa diambil dari kalimat “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”. Hal ini berarti Allah memberikan Qadara (baca kemampuan) untuk tiap-tiap individu agar dapat menentukan nasibnya sendiri.
Qadariyah berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata قَدَرَ yang artinya kemampuan dan kekuatan. Secara terminologi, qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan . Aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi segala perbuatannya, ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri. Berdasarkan pengertian diatas, dapat dipahami bahwa qadariyah dipakai untuk nama suatu aliran yang memberi penekanan atas kebebasan dan kekuatan manusia dalam mewujudkan perbuatan-perbuatannya.[1]
Harun Nasution menegaskan bahwa kaum qadariyah berasal dari pengertian bahwa manusia mempunyai qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, dan bukan berasal dari pengertian bahwa manusia terpaksa tunduk pada qadar Tuhan .Dalam bahasa Inggris qadariyah ini diartikan sebagai free will and free act, bahwa manusialah yang mewujudkan perbuatan-perbuatan dengan kemauan dan tenaganya.[2]
Segala tingkah laku manusia dilakukan atas kehendak dan kemampuannya sendiri. Ia berhak atas pahala karena kebaikan yang dilakukannya dan siksa karena kejahatan yang dilakukannya. Takdir adalah ketentuan Allah yang diciptakanNya bagi alam semesta serta seluruh isinya, sejak azali, yaitu hukum yang dalam istilah al-Qur’an sunnatullah.[3]
Dalam ajarannya, aliran qadariyah sangat menekankan posisi manusia dalam menentukan tingkah laku dan perbuatannya. Manusia dianggap mempunyai kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya sendiri atau untuk tidak melaksanakan kehendaknya itu. Dalam menentukan keputusan yang menyangkut perbuatannya sendiri, manusialah yang menentukan, tanpa ada campur tangan Tuhan.[4]
Dapat diambil contoh kecil dari kehidupan, dari segi mana saja manusia itu tidak mau untuk diatur atau dipaksa melakukan sesuatu. Nah, inilah dasar yang dipakai oleh aliran qadariyah ini, yaitu menyerahkan semua keputusan itu ditangan manusia. Dalam perbuatan baik maupun buruk, karena yang menentukan suatu perilaku itu baik atau buruk adalah mereka sendiri. Dan dari konsep, Tuhan hanya menyediakan sarana dan prasarana bagi manusia untuk memakainya dan yang memilih serta memilah apa-apa saja yang akan mereka pakai dalam menentukan perilaku yang mereka lakukan.
Dalam hal ini, akan timbul pertanyaan tentang dosa besar dan kafir. Dalam aliran qadariyah, dosa besar yang menentukan adalah manusia itu sendiri, sehingga manusia itu jualah yang menentukan batasan-batasan mana baik dan buruk mana yang mendapat pahala atau yang mendapat dosa besar. Begitupula halnya dengan penentuan seseorang itu kafir dan akan masuk neraka adalah pendapat dari manusia itu sendiri.


[1] Harun Nasution, 1986, Teologi Islam: aliran-aliran, sejarah, analisa dan perbandingan, Jakarta: UI Press.
[2] Ibid
[3] Sirajuddin Zar, 2003, Teologi Islam: aliran dan ajarannya, Padang: IAIN Press.
[4] Rosihon Anwar, dkk, 2006, Ilmu Kalam, Bandung: Pustaka Setia.

Minggu, 16 Desember 2012

#6 Abiis Telponan sama Mamah *54menit :* M_U

"Aku percaya penuh lawan ikam" ,, biaar uraang mnyambat apaa tentangg ikaam.. uraang kda tahuu kyappa ikaam.. mamaa yang tahuu ikaam kyappa..
masalaah yang lain kada percayaa biarkan. mamaa udaa mluruskaan,, kegiatan ikaam kyappa disini..

yang kyaini, sampai hati lun mdustai piaan lahh ma??
Kdaa ma'ae,, kda sampai hati lun..
nd' lun bujur2 jujur lawan pian.. mun ad yg lun khandakii, lun bakissaah ajja tuw lawan piaan :)

BigHugs for U mom <3

Kamis, 13 Desember 2012

#5 #131212 *KitaSepertiIniAjja :)



Maaf dan Makasih
Atas semua Perihal ini
Suka duka ku resapi.


Rasa itu bisa datang dan pergi,
Untuk kita pahami,
Dua hati ini,
Dapatkah mencari arti,
Indah ataukah ilusi?
Nelangsakah kan terjadi?


Darimana harus ku cari?
Hidup indah tiada iri,
Ejekan hati tak kunjung henti
Arahkan hati menuju nyali..


Semua ke satu arah
Akhir dari semua perjalanan
Yang kita pula tak ketahui
Arah yg kita tuju, samakah?
Nanti, akhirnya kita tau
Garis hidup ini, berarti apa..

Pilihanku berhenti dikamu,
Energi cinta berpangkat seribu,
Akankah dapat ku tunggu?
Nuansa merah muda kan menyelimutiku..


Jumat, 23 November 2012

#2 Laporan KKL TTR Kondang Merak

LAPORAN KKL
DI PANTAI KONDANG MERAK

Laporan  ini dususun untuk memenuhi  tugas mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah

Dosen Pembimbing :
Drs. Sulisetjono, M.Si
 Ainun Nikmati Laili M.Si

Oleh :
Nama        : Rizkia Rodhia Rohima
NIM            : 11620063







JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Alga dalam istilah Indonesia sering disebut sebagai ganggang, yang merupakan tumbuhan talus karena belum memiliki akar, batang dan daun sejati. Algae (ganggang) dapat dibedakan menjadi tujuh kelompok yaitu : cyanophyta, cholorophyta, euglenophyta, pyrrophyta, crysophyta, phaeophyta, rhodophyta. Berdasarkan pigmen dominannya ketujuh kelompok tersebut meliputi: Chrysophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta.
Tumbuhan ganggang merupakan tumbuhan talus yang hidup di air, baik air tawar maupun air laut, setidaknya selalu menempati habitat yang lembab atau basah. Jenis yang hidup bebas di air terutama yang bersel satu dan dapat bergerak aktif merupakan penyusun plankton, tepatnya fitoplankton. Yang melekat pada sesuatu yang ada di dalam air disebut bentos. Jenis yang bergerak aktif memepunyai alat untuk bergerak berupa bulu cambuk atau flagel.
Selain itu pada ganggang spora dan gaetnya pun lazimnya dapat bergerak aktif dengan perantaraan flagelanya pula. Spora dan gamet suatu jenis ganggang seringkali sam bentuk dan ukurannnya. Ganggang mempunyai manfaat, terutama dalm industri-industri makanan. Selain itu juga ganggang mempunyai peranan sebagai penyusun plankton di laut.

1.2  Tujuan
a.      Untuk menambah wawasan mahasiswa akan pentingnya pengetahuan mengenai ganggang atau alga
b.      Untuk mengetahui keanekaragaman alga yang berhabitat di zona pasang surut pantai selatan; Kondang Merak


1.3  Manfaat
a.      Sebagai pelengkap dalam  memenuhi perkuliahan, terutama mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah (TTR)
b.      Menambah wawasan  mahasiswa terutama mahasiswa biologi mengenai kehidupan ganggang
c.      Mengetahui keanekaragaman alga yang berhabitat di pantai selatan ; Kondang Merak



BAB II
METODOLOGI
2.1  Waktu dan Tempat
Pengamatan Algae ini dilakukan pada tanggal 14 November 2012 pukul 15:30 – 17:00 WIB ketika air pasang dan tanggal 15 November 2012 pukul 05:30 – 06:30 WIB ketika air surut. Pengamatan ini dilakukan di Pantai Kondang Merak,  Malang Jawa Timur Indonesia.

2.2  Alat dan Bahan
2.2.1             Alat
Alat-alat yang digunakan dalam pengamatan kali ini adalah :
a.       Kantong plastik                                          3 buah
b.      Kamera                                                      1 buah
c.       Ice box                                                      1 buah
d.      Alat tulis                                                   secukupnya
e.       Toples                                                        3 buah
2.2.2        Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam pengamatan kali ini adalah :
a.       Griffitchia pasifica                                   1 spesies
b.      Laurencia complanata                              1 spesies
c.       Rhodymenia palmate                               1 spesies
d.      Larutan herbarium                                     secukupnya
e.       Es                                                           secukupnya
f.       Kertas label                                               secukupnya

2.3  Cara Kerja
Langkah-langkah yang dilakukan saat pengamatan adalah :

  1. Dicari tempat pengamatan kurang lebih antara 10 x 10 m
  2. Ditunggu air keadaan pasang pada sore hari dan
  3. Diamati alga-alga yang ada di area 10 x 10 m tersebut
  4. Diambil alga-alga yang ada
  5. Dimasukkan ke dalam kantong plastic terlebih dahulu setelah itu dimasukkan ke Ice box yang berisi es
  6. Dibawa ke fakultas ke dalam Lab untuk pengidentifikasian
  7. Diidentifikasi dengan memilah spesies-spesies yang ada
  8. Diberi nama dengan kertas label pada spesies-spesies yang sudah teridentifikasi
  9. Dimasukkan alga ke dalam larutan herbarium dalam toples




BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1  Gambar Data Hasil Pengamatan
No.
Gambar Pengamatan
Gambar Literature
1








2.








3.










(Bian, 2002)












(Bian, 2002)


3.2  Pembahasan
3.2.1 Klasifikasi
            3.2.1.1            Klasifikasi Griffithsia pasifica
Domain : Eukaryota
Kingdom : Plantae
           Subkingdom : Biliphyta
                   Filum : Rhodophyta
                        Subfilum : Eurhodophyta
                            Kelas : Florideophyceae
                                    Subkelas : Rhodymeniophycidae
                                           Ordo : Cereamiales
                                                Family : Wrangeliaceae
                                                      Subfamily : Griffithsieae
                                                            Genus : Griffithsa
                                                                  Spesies : Griffithsa pasifica          

3.2.1.2    Klasifikasi Laurencia complanata
Domain : Eukaryota
Kingdom : Plantae
          Subkingdom : Biliphyta
                   Filum : Rhodophyta
                        Subfilum : Macrorhodophytina
                            Kelas : Florideophyceae
                                    Subkelas : Rhodymeniophycidae
                                           Ordo : Cereamiales
                                                Family : Rhodomelaceae
                                                     Genus : Laurencia  
                                                           Spesies : Laurencia complanata                           


      3.2.2.3    Klasifikasi Rhodymenia palmate
Domain : Eukaryota
Kingdom : Plantae
           Subkingdom : Biliphyta
                   Filum : Rhodophyta
                            Kelas : Rhodophyceae
                                    Ordo : Rhodymeniales
                                           Family : Rhodomeniaceae
                                                 Genus : Rhodymenia    
                                                       Spesies : Rhodymenia palmate                            

3.3  Pembahasan
Rhodophyta (ganggang merah)
Umumnya hidup di laut dan beberapa jenis di air tawar, mengandung pigmen klorofi a, klorofil d, karoten, fikoeritrin, fikosianin.Tubuh bersel banyak menyerupai benang atau lembaran.Reproduksi vegetatif dengan spora ( Aziz, 2008)
a.       Habitat ganggang merah
Sebagian besar ganggang merah hidup di laut, banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Selain itu ada pula yang hidup di air payau. Ganggang merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah Gelidium dan Gracilaria, sedang Euchema spinosum ditemukan di laut dangkal (Graham, 2000)
b.      Perkembangbiakan ganggang merah
Menurut Campbell (2002) ganggang merah berkembangbiak secara vegetatif dan generatif.
·         Perkembangbiakan vegetatif
Ganggang merah berlangsung dengan pembentukan spora haploid yang dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid.
·         Perkembangbiakan generatif
Ganggang merah dengan oogami, pembuahan sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang menghasilkan spermatium yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina disebut karpogonium, yang menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh spermatium adalah zigot yang diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh menjadi ganggang baru yang menghasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh menjadi ganggang penghasil gamet. Jadi pada ganggang merah terjadi pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit.
c.       Peranan ganggang merah
Ganggang merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnya Chondrus crispus (lumut Irlandia) dan beberapa genus Porphyra. Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci rambut. Ganggang merah lain seperti Gracilaria lichenoides, Euchema spinosum, Gelidium dan Agardhiella menghasilkan bahan bergelatin yang dikenal sebagai agar-agar. Gelatin ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium bakteri, untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil dan sebagai obat pencahar (laksatif), atau makanan lainnya. Euchema spinosum banyak dibudidayakan masyarakat karena merupakan bahan pembuat agar-agar ( pitriana, 2008 )

3.4  Identifikasi Algae yang didapat
3.4.1        Griffithsia pasifica
          Spesies ini termasuk alga merah (Rhodophyta) dari ordo ceremiales, dengan bentuk thallus bersegmen-segmen,yang  berkumpul berwarna merah, akan tetapi setelah dimasukkan ke dalam larutan herbarium warnanya berubah menjadi hijau. Spesies ini thallusnya bersegmen dengan bagian atas lebih besar dari bagian bawahnya dan terlihat segmen yang jelas antara segmen satu dengan segmen yang lain
          Dilihat dari ordonya Cereamiales adalah ordo terbesar yang tampaknya monophyetic, menurut sebuah analisis urutan rbcL (Freshwater, et al, 1994) semua anggota uniaksial ( shehan, et al, 1998) kelompok ini juga ditandai oleh reproduksi autapomorphy-pembantu pembentukan sel-sel setelah pembuahan, daripada sebelumnya-seperti yang terjadi di Florideophyceae lain. Sel auxiliary terbentuk dari sel pendukung ( a periaxial sel) dari carpogonial bersel empat cabang. Jenis alat reproduksi betina disebut procarp.
3.4.2        Laurencia complanata
            Pengamatan yang dilakukan pada spesies ini menunjukkan bentuk thallus yang silindris berwarna hijau dengan tekstur seperti berdaging dan licin, dengan percabangan dikotom, dan berkumpul melekat di substrat.
Thallus silindris, percabangan dichotomous, membentuk rumpun yang rimbun. Ukuran thallus mencapai panjang 5-7 cm, diameter antara 0,5-1 mm. Wama thallus hijau di bagian pangkal berkombinasi dengan warna merah di bagian ujung.Tumbuh menempel pada batu atau substrat lain di laut, bersifat epifit. Sebarannya tidak begitu meluas dan tidak begitu umum dijumpai (Graham, 2000)
3.4.3        Rhodymenia palmate
Hasil pengamatan dari spesies ini menunjukkan thallus yang bergerigi menyerupai daun berwarna hijau , namun sebelum dimasukkan ke dalam larutan herbarium berwarna merah.
Thallus membentuk lembaran atau mernbran, licin, halus, warna merah pirang. Pada pangkal batang utama tumbuh percabangan dichotomous atau trichotomous. Ujung lembaran urnumnya dichotom dengan pinggiran rata atau sedikit bergerigi. Pada permukaan thallus k. Tumbuh di rataan terumbu, umumnya pada substrat batu di bagian sisi luar rataan terumbu yang biasa terkena ombak langsung. Kebanyakan terdapat di pantai Samudera Indonesia seperti di pantai Selatan Jawa dan Bali Selatan (Pipit, 2008)

BAB IV
PENUTUP

5.1   Kesimpulan
Hal yang dapat disimpulkan dari pengamatan kali ini adalah :
1.      Vegetasi keanekaragaman algae di Pantai Selatan ; Kondang Merak  masih terjaga baik.
2.      Ketiga spesies yang kami dapatkan adalah Divisi Rhodophyta
3.      Rhodophyta adalah ganggang yang memiliki klorofi a, klorofil d, karoten, fikoeritrin, fikosianin

5.2   Saran
Dari pengamatan yang dilakukan pada kuliah kerja lapangan kali ini banyak sekali mendapat pengetahuan tentang algae dan banyak algae yang belum familiar dengan mahasiswa juga literature-literatur yang masih kurang mendukun


DAFTAR PUSTAKA

Aziz, Abdul. 2008. Dan Alampun Bertasbih. Jakarta: Balai Pustaka
Campbell, N.A, J.B.Reece & L.G. Mitchell. 2002. Biologi Jilid I. Jakarta: Erlangga
Graham, LE., Wilcox, Lw. 2000. Algae. Prentice-Hall.USA.
Pitriana, Pipit. 2008. Bio Ekspo Menjelajah Dunia Dengan Biologi. Solo: Jatra Graphic.
Sheehan, J., Dunahay, T., Benemann, J., Roessler, P.1998. A look Back at The U.S. Department of Energy’s Aquatic Species Program : Biodiesel from Algae. Colorado.USA.


LAMPIRAN

foto pengamatan :